Kepada Quotes

Authors: A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Categories: A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
menjadi-panutan-bukan-tugas-anak-sulungkepada-adaikadiknya-tapi-tugas-orang-tua-kepada-semua-anak-adhitya-mulya
jangan-pernah-menjaminkan-rasa-kepada-waktu-ia-punya-masa-kedaluwarsanya-windy-ariestanty
mintalah-perlindungan-hanya-kepadanya-because-there-will-always-be-ways-allah-to-stop-things-that-are-not-good-for-you-ayawijaya
revolusi-ini-tidak-memberi-sesuatu-pun-dia-minta-kepada-setiap-orang-segalagalanya-pramoedya-ananta-toer
kenangan-perlu-ada-dalam-hidup-untuk-dikenang-ditertawakan-dan-menjadi-warisan-ingatan-kepada-anak-keturunam-norhayati-berahim
kenyamanan-itu-mencandu-menimbulkan-rasa-ketergantungan-yang-akut-kurasa-sudah-tak-seharusnya-lagi-aku-bergantung-kepada-dia-dini-novita-sari
bukannya-teknik-bertanam-yang-merupakan-faktor-yang-paling-penting-melainkan-lebih-kepada-pikiran-petaninya-masanobu-fukuoka
lebih-baik-dan-paling-baik-adalah-memohon-kepada-allah-sampai-berapalah-kekuasaan-manusia-apalagi-orang-kulit-pulih-pula-pramoedya-ananta-toer
kepada-para-sarjana-marilah-berani-bangun-desa-kita-kalau-desa-sejahtera-maju-seluruh-negeri-kita-sbyudhoyono
anugerah-terkadang-membuat-lupa-yang-biasanya-makan-lauk-garam-maunya-makan-lauk-ikan-kepada-tuhan-semua-akan-kembali-dekalita
ada-banyak-lapisan-dalam-perasaan-seorang-wanita-terkadang-apa-yang-ia-tunjukkan-kepada-dunia-berbeda-dengan-apa-yang-sebenarnya-ia-rasakan-di-hatinya-karla-m-nashar
orang-jawa-sujud-berbakti-kepada-yang-lebih-tua-lebih-berkuasa-satu-jalan-pada-penghujung-keluhuran-orang-harus-berani-mengalah-gus-pramoedya-ananta-toer
aku-bertanya-kepada-saudarasaudara-semua-siapakah-yang-dapat-membelenggu-suatu-bangsa-jikalau-semangat-bangsa-itu-sendiri-tidak-mau-dibelenggu-cindy-adams
aku-tidak-mau-jika-kemerdekaan-yang-kuoerjuangkan-sepanjang-hidupku-diberikan-sebagai-hadiah-kepadaku-seperti-sedekah-kepada-pengemis-kemerdekaan-haruslah-merupakan-buah-dari-usa
nasib-memang-diserahkan-kepada-manusia-untuk-digarap-tetapi-takdir-harus-ditandatangani-di-atas-materai-dan-tidak-boleh-digugat-kalau-nanti-terjadi-apaapa-baik-atau-buruk-sapardi
mereka-tidak-dapat-mengambil-harga-diri-kita-kalau-kita-tidak-memberikannya-kepada-mereka-mahatma-gandhi
sejarah-bukanlah-apa-yang-terjadi-sejarah-hanyalah-apa-yang-dituturkan-sejarawan-kepada-kita-julian-barnes
dapatkah-seseorang-itu-membayangkan-bahawa-pedang-islam-yang-patah-dapat-menakutkan-maharaja-khan-yang-gagah-perkasa-itu-hingga-tunduk-kepada-agama-yang-dibawa-oleh-rasulullah-mu
kawan-seandainya-kita-bisa-tahu-kepada-siapa-kita-akan-berjumpa-lalu-jatuh-cinta-seperti-tak-ada-lagi-hari-esok-maka-beruk-bisa-melamar-pekerjaan-menjadi-ajudan-bupati-andrea-hir
sampai-hari-kematianku-aku-tetap-seorang-demokrat-abdi-dari-rakyatku-pelaksana-dari-keinginan-mereka-aku-tidak-memaksakan-pimpinan-kepada-rakyat-aku-memberikan-saran-dan-menunggu
aku-mengerti-bagaimana-kecintaanmu-kepada-tanah-air-aku-menghargai-semangatmu-itu-tapi-hanya-itu-yang-kaoian-miliki-kalian-juga-perlu-taktik-yang-bijaksana-dan-otak-yang-dingin-c
ya-ann-aku-telah-mendendam-orang-tuaku-sendiri-akan-kubuktikan-kepada-mereka-apa-pun-yang-telah-diperbuat-atas-diriku-aku-harus-bisa-lebih-berharga-daripada-mereka-sekalipun-hany
PERNIKAHAN ADALAH -1- Pernikahan adalah akad atau ikatan. Akad untuk beribadah, akad untuk membangun rumah tangga sakinah mawadah wa rahmah. -2- Pernikahan adalah akad untuk saling mencintai, akad untuk saling menghormati dan menghargai. -3- Pernikahan adalah akad untuk saling menguatkan keimanan, akad untuk saling meningkatkan ketakwaan, akad untuk mengokohkan ketaatan kepada Tuhan, akad untuk berjalan pada tuntunan Kenabian. -4- Pernikahan adalah akad untuk saling menerima apa adanya, akad untuk saling membantu dan meringankan beban, akad untuk saling menasihati, akad untuk setia kepada pasangannya dalam suka dan duka, dalam kesulitan dan kesuksesan, dalam sakit dan sehat, dalam tawa dan air mata. -5- Pernikahan berarti akad untuk meniti hari-hari dalam kebersamaan, akad untuk saling melindungi, akad untuk saling memberikan rasa aman, akad untuk saling mempercayai, akad untuk saling menutupi aib, akad untuk saling mencurahkan perasaan, akad untuk berlomba melaksanakan peran kerumahtanggaan. -6- Pernikahan adalah akad untuk mudah mengakui kesalahan, akad untuk saling meminta maaf, akad untuk saling memaafkan, akad untuk tidak menyimpan dendam dan kemarahan, akad untuk tidak mengungkit-ungkit kelemahan, kekurangan, dan kesalahan. -7- Pernikahan adalah akad atau ikatan. Akad untuk tidak melakukan pelanggaran, akad untuk meninggalkan kemaksiatan, akad untuk tidak saling menyakiti hati dan perasaan, akad untuk tidak saling menorehkan luka, akad untuk tidak saling menyakiti badan pasangan. -8- Pernikahan adalah akad untuk mesra dalam perkataan, akad untuk santun dalam pergaulan, akad untuk indah dalam penampilan, akad untuk sopan dalam mengungkapkan keinginan, akad untuk berlaku lembut kepada pasangan, akad untuk memberikan senyum termanis, akad untuk berlaku romantis dan selalu berwajah manis. -9- Pernikahan adalah akad untuk saling mengembangkan potensi diri, akad untuk adanya saling keterbukaan yang melegakan, akad untuk saling menumpahkan kasih sayang, akad untuk saling merindukan, akad untuk saling membahagiakan, akad untuk tidak adanya pemaksaan kehendak, akad untuk tidak saling membiarkan, akad untuk tidak saling mengkhianati, akad untuk tidak saling meninggalkan, akad untuk tidak saling mendiamkan. -10- Pernikahan adalah akad untuk menebarkan kebajikan, akad untuk mencari rejeki yang halal dan thayib, akad untuk menjaga hubungan kekeluargaan, akad untuk berbakti kepada orang tua dan mertua, akad untuk mencetak generasi berkualitas, akad untuk siap menjadi bapak dan ibu bagi anak-anak, akad untuk membangun peradaban masa depan. -11- Pernikahan, adalah akad untuk segala yang bernama kebaikan !

Cahyadi Takariawan
pernikahan-adalah-1-pernikahan-adalah-akad-atau-ikatan-akad-untuk-beribadah-akad-untuk-membangun-rumah-tangga-sakinah-mawadah-wa-rahmah-2-pernikahan-adalah-akad-untuk-saling-menc
dunia-barat-mengapa-kalian-tidak-pernah-bisa-menunjukkan-simpati-kalian-kepada-kami-menunjukkan-bahwa-kalian-sedikit-menyukai-kami-kenapa-kalian-menendang-tulang-kering-kani-dan-
rahasia-itu-nduk-kata-eyang-lagi-seperti-kain-lurik-kita-pakai-di-badan-kita-seperti-ndak-apaapa-di-permukaan-tetapi-hangatnya-menyelimuti-tubuh-itu-akan-membuat-kita-ora-tergant
keyakinan-bagi-saya-seperti-wewangian-kita-benarbenar-bisa-merasakannya-mencium-aromanya-tapi-susah-untuk-mendefinisikannya-terutama-kepada-orang-yang-belum-pernah-belum-bisa-ata
kamu-yang-menjauh-cuma-mendekatkan-aku-pada-kesepian-aku-selalu-disini-di-persimpangan-jalan-ini-dan-ketika-kamu-dengannya-menemui-akhir-kembalilah-aku-masih-melambaikan-tangan-d
waktu-itu-aku-tidak-mengerti-maknanya-buju-itu-menceritakan-bagaimana-daundaun-kayu-yang-sudah-cokelat-dan-kering-harus-jatuh-untuk-memberikan-tempat-kepada-pucuk-yang-hijau-dan-
kita-berteman-bukankah-seharusnya-kita-saling-jujur-kepada-satu-sama-lain-apa-pun-yang-terjadi-dengan-begitu-tidak-akan-ada-yang-merasa-menyesal-tidak-ada-yang-saling-menyalahkan
Mama, Mama pernah berbahagia?" "Biar pun pendek dan sedikit setiap orang pernah, Ann." "Berbahagia juga Mama sekarang?" "Yang sekarang ini aku tak tahu. Yang ada hanya kekuatiran, hanya ada satu keinginan. Tak ada sangkut-paut dengan kebahagiaan yang kau tanyakan. Apa peduli diri ini berbahagia atau tidak? Kau yang kukuatirkan. Aku ingin lihat kau berbahagia." Aku menjadi begitu terharu mendengar itu. Aku peluk Mama dan aku cium dalam kegelapan itu. Ia selalu begitu baik padaku. Rasa-rasanya takkan ada orang lebih baik. "Kau sayang pada Mama, Ann?" Pertanyaan, untuk pertama kali itu diucapkan, membikin aku berkaca-kaca, Mas. Nampaknya saja ia terlalu keras. "Ya, Mama ingin melihat kau berbahagia untuk selama-lamanya. Tidak mengalami kesakitan seperti aku dulu. Tak mengalami kesunyian seperti sekarang ini: tak punya teman, tak punya kawan, apalagi sahabat. Mengapa tiba-tiba datang membawa kebahagiaan?" "Jangan tanyai aku, Ma, ceritalah." "Ann, Annelies, mungkin kau tak merasa, tapi memang aku didik kau secara keras untuk bisa bekerja, biar kelak tidak harus tergantung kepada suami, kalau ya, moga-moga tidak, kalau-kalau suamimu semacam ayahmu itu." Aku tahu Mama telah kehilangan penghargaannya terhadap Papa. Aku dapat memahami sikapnya, maka tak perlu bertanya tentangnya. Yang kuharap memang bukan omongan tentang itu. Aku ingin mengetahui adakah ia pernah merasai apa yang kurasai sekarang. "Kapan Mama merasa sangat, sangat berbahagia?" "Ada banyak tahun setelah aku ikut Tuan Mallema, ayahmu." "Lantas, Ma?" "Kau masih ingat waktu kau kukeluarkan dari sekolah. Itulah akhir kebahagiaan itu. Kau sudah besar sekarang, sudah harus tahu memang. Harus tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sudah beberapa minggu ini aku bermaksud menceritakan. Kesempatan tak kunjung tiba juga. Kau mengantuk?" "Mendengarkan, Ma." "Pernah Papamu bilang dulu, waktu kau masih sangat, sangat kecil, seorang ibu harus menyampaikan kepada anak perempuannya semua yang harus dia ketahui." "Pada waktu itu... " "Pada waktu itu segala dari Papamu aku hormati, aku ingat-ingat, aku jadikan pegangan. Kemudian ia berubah, jadi berlawanan dengan segala yang pernah diajarkannya. Ya, waktu itu mulai hilang kepercayaan dan hormatku padanya." "Ma, pandai dulu Papa, Ma?" "Bukan saja pandai, tapi juga baik hati. Dia yang mengajari aku segala tentang pertanian, perusahaan, pemeliharaan hewan, pekerjaan kantor. Mula-mula diajari aku bahasa Melayu, kemudian membaca dan menulis, setelah itu juga bahasa Belanda. Papamu bukan hanya mengajar, dengan sabar juga menguji semua yang telah diajarkannya. Ia haruskan aku berbahasa Belanda dengannya. Kemudian diajarinya aku berurusan dengan bank, ahli-ahli hukum, aturan dagang, semua yang sekarang mulai kuajarkan juga kepadamu." "Mengapa Papa bisa berubah begitu Ma?" "Ada, Ann, ada sebabnya. Sesuatu telah terjadi. Hanya sekali, kemudian ia kehilangan seluruh kebaikan, kepandaian, kecerdasan, keterampilannya. Rusak, Ann, binasa karena kejadian yang satu itu. Ia berubah jadi orang lain, jadi hewan yang tak kenal anak dan istri lagi." "Kasihan Papa." "Ya. Tak tahu diurus, lebih suka menggembara tak menentu.

Pramoedya Ananta Toer
mama-mama-pernah-berbahagia-biar-pun-pendek-dan-sedikit-setiap-orang-pernah-ann-berbahagia-juga-mama-sekarang-yang-sekarang-ini-aku-tak-tahu-yang-ada-hanya-kekuatiran-hanya-ada-s
Terkadang kelompok yang anti madzhab menggugat kita dengan pendapat sang pendiri madzhab atau para ulama dalam madzhab yang kita ikuti, seakan-akan mereka lebih konsisten dari kita dalam bermadzhab. Kaum Wahhabi ketika menggugat kita agar meninggalkan tahlilan dan selamatan tujuh hari selalu beralasan dengan pendapat al-Imam as-Syafi'i yang mengatakan bahawa hadiah pahala bacaan al-Qur'an tidak akan sampai kepada mayit, atau pendapat kitab I'anah al-Thalibin yang melarang acara selamatan tahlilan selama tujuh hari. Padahal selain al-Imam as-Syafi'i menyatakan sampai. Kita kadang menjadi bingung menyikapi mereka. Terkadang mereka menggugat kita karena bermadzhab, yang mereka anggap telah meninggalkan al-Qur'an dan Sunnah. Dan terkadang mereka menggugat kita dengan pendapat imam madzhab dan apra ulama madzhab. Padahal mereka sering menyuarakan anti madzhab. Pada dasarnya kelompok anti madzhab itu bermadzhab. Hanay saja madzhab mereka berbeda dengan madzhab mayoritas kaum Muslimin. Ketika mereka menyuarakan anti tawassul, maka sebenarnya mereka mengikut pendapat Ibn Taimiyah dan Ibn Abdil Wahhab al-Najdi. Sedangkan kaum Muslimin yang bertawassul, mengikuti Rasulullah SAW, para sahabat, seluruh ulama salaf dan ahli hadits. Ketika mereka menyuarakan shalat tarawih 11 raka'at, maka sebenarnya mereka mengikut pendapat Nashiruddin al-Albani, seorang tukang jam yang beralih profesi menjadi muhaddits tanpa bimbingan seorang guru, dengan belajar secara otodidak di perpustakaan. Sedangkan kaum Muslimin yang tarawih 23 raka'at, mengikuti Sayidina Umar, para sahabat dan seluruh ulama salaf yang saleh yang tidak diragukan keilmuannya. Ketika mereka menyuarakan anti madzhab, maka sebenarnya mereka mengikut Rasyid Ridha, Muhammad Abduh dan Ibn Abdil Wahhab. Sedangkan kaum Muslimin yang bermadzhab, mengikuti ulama salaf dan seluruh ahli hadits. Demikian pula ketika mereka menyuarakan anti bid'ah hasanah, makas ebenarnya mereka mengikuti madzhab Rasyid Ridha dan Ibn Abdil Wahhab al-Najid. Sedangkan kaum Muslimin yang berpendapat adanya bid'ah hasanah, mengikuti Rasulullah SAW, Khulafaur Rasyidin, para sahabat, ulama salaf dan hali hadits.

Muhammad Idrus Ramli
terkadang-kelompok-yang-anti-madzhab-menggugat-kita-dengan-pendapat-sang-pendiri-madzhab-atau-para-ulama-dalam-madzhab-yang-kita-ikuti-seakanakan-mereka-lebih-konsisten-dari-kita
Oleh akibat ketidak-berpihakan, ketidak-beruntungan, ketidak-terpilihan, ketidak-sesuaian, ketidak-terjawaban doa-doa, kegagalan, keterlepasan, isolasi dan kehilangan. Perlahan kamu mulai menyadari sebuah fakta, bahwa kamu ternyata tidak spesial. Simply tidak ada yang spesial dari diri kamu. Biasa saja. Cuma satu dari milyaran organisme yang terserak di perairan purba yang tak berbatas. Biasa. Biasa. Biasa. Biasa. Biasa. Biasa. Dan biasa. Seperti produk massal. Tissue toilet yang diganti setiap hari oleh petugas janitor. Lahir, mengkonsumsi, kerja, mengkonsumsi, berkembang biak, mengkonsumsi, kerja, mengkonsumsi lalu mati. Mati pun tidak pasti apakah tetap mati, ataukah kembali lagi ke bentuk awal, lahir. Begitu seterusnya. Berulang terus dan terus sampai entah kapan. Cuma serangkaian episode dari keberulangan setiap hari. Seperti sebuah roll film yang sama yang digunakan untuk merekam bermacam adegan yang berbeda setiap harinya. Adegan pertama dihapus, lalu ditindih kembali untuk bertukar dengan adegan kedua. Adegan kedua berganti yang ketiga, dan begitu seterusnya. Sebuah keberulangan yang berbeda terus menerus, tetapi tetap pada hakikatnya adalah sebuah roll film yang sama. Dalam satu gulungan besar yang sama. Dalam satu format yang serupa. Sebuah kebeluman yang terus menerus.. Banal dan tanpa makna.. Lalu, apakah sesuatu yang selamanya 'belum selesai' masih dapat dikatakan sebagai sesuatu yang spesial? Spesial itu cuma akal-akalan pemasar. Kamu spesial kalau beli produk ini, kalau beli produk itu, kalau pakai parfum ini, kalau pakai kosmetik itu, kamu spesial itu kalau dalam sehari minimal ada satu kali transaksi digerai starbucks, kamu spesial itu kalau kamu pakai iphone 6 bahkan sebelum produknya keluar di pasar lokal, kamu spesial itu kalau kamu member fitness center, tentu kamu lebih spesial lagi kalau pakai personal trainer, kamu spesial kalau kamu fashionable, kalau kamu tech savvy, kalau kamu club hopper, kamu spesial itu kalau kamu kelihatan aktif berkeringat dalam trend lari kekinian yang hampir separuhnya berisi aktivitas narsis dan konsumsi bermacam produk running shoes, kamu spesial itu cuma kalau kamu pakai brand ini, pakai brand itu, kalau ini, kalau itu, kalau, kalau, kalau, kalau dan kalau.. Spesial itu cuma ada dalam quotes-quotes yang dikasih latar gambar pemandangan, kamu bisa comot-comot dari pinterest atau instagram lalu pasang sebagai profile picture di sosial media milikmu. Pun spesial bersemayam dalam kolase omong kosong yang dirangkum buku-buku swa-bantu atau dalam kutipan ayat dari kitab suci dalam status blackberry teman-teman kamu yang berusaha kelihatan religius, tapi jauh sekali dari makna religius dalam perilaku sehari-hari. Jadi, dari pada ngga ada habisnya memikirkan jawaban dari pertanyaan mengapa kamu tidak spesial? Mungkin kamu harusnya berfikir, buat apa jadi spesial? Harus banget ya jadi spesial? Harus banget ya beda dengan yang lain? Apa perlu banget jadi beda? Emang kalau ngga ada satu pun dari kita yang spesial, kenapa? Kalau kita semua ternyata sama, memangnya kenapa? Kalau kita semua berebut jadi spesial, lalu siapa yang mau berada di posisi tidak spesial? kalau semua spesial, apakah masih spesial namanya? Sudah, sekarang terima saja, bahwa ngga ada yang spesial dari diri kamu, dan seluruh kehidupan kamu yang begitu membosankan.. hidup ngga akan pernah repot-repot berusaha untuk menjaga perasaan kamu. Apalagi susah payah menempatkan kamu di posisi yang 'spesial'. Things happen because they need to happen. Spesial itu cuma soal kamu memberi bentuk pada makna. Tentang bagaimana kamu ingin dimaknai, tentang bagaimana kamu ingin diperlakukan, tentang bagaimana (anehnya) kamu ingin menerima kembali perlakuan yang kamu inginkan justru dengan cara memberikan perlakuan itu kepada yang lain diluar diri kamu. Tentang omong kosong soal konsep memberi untuk merima lebih banyak..

Ayudhia Virga
oleh-akibat-ketidakberpihakan-ketidakberuntungan-ketidakterpilihan-ketidaksesuaian-ketidakterjawaban-doadoa-kegagalan-keterlepasan-isolasi-dan-kehilangan-perlahan-kamu-mulai-meny
?Earn cash when you save a quote by clicking
EARNED Load...
LEVEL : Load...